السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Rabu, 29 Mei 2013

AYO BERWUDLU SESUAI DENGAN CONTOH NABI Shallallahu alaihi wa sallam (4) !!!

SIFAT WUDLU NABI Shallallahu alaihi wa sallam (4)
بسم الله الرحمن الرحيم


Khulashoh
Berdasarkan kepada banyak dalil yang telah dituangkan di dalam penjelasan-penjelasan terdahulu, maka untuk lebih memudahkan mempelajari, memahami dan mempraktekkannya akan diringkas sebagai berikut,

1). Disunahkan untuk bersiwak di setiap kali wudlu atau sholat.
 2). Niat dan cukup diutarakan dalam hati.
 3). Mengucapkan tasmiyah (membaca bismillah).
4). Membasuh kedua telapak tangan.
5). Berkumur-kumur, istinsyaq dan istintsar dengan satu cidukan, separuh cidukan untuk berkumur-kumur dan separuhnya lagi untuk istinsyaq. Berkumur-kumur dan istinsyaq dengan tangan kanan dan istintsar dengan tangan kiri.
 6). Membasuh muka.
6.a. Batas wajah adalah dari tempat tumbuhnya rambut turun sampai ke  ujung dagu dan melebar di antara dua daun telinga. [1]
6.b. Disyariatkan untuk menyela-nyela jenggot.
7). Membasuh kedua tangan sampai kedua siku
7.a. Disyariatkan untuk menyela-nyela jari jemari tangan.
7.b. Dimulai dari tangan kanan yang dibasuh oleh tangan kiri dan mengedarkan air dari atas siku.
8). Mengusap kepalanya dengan kedua tangannya ke depan dan ke belakang mulai dari depan kepalanya kemudian menggerakkannya sampai ke tengkuknya, lalu mengembalikannya ke tempat semula. Lalu langsung mengusap kedua telinganya yang bahagian dalamnya dengan kedua telunjuk dan bahagian luarnya dengan kedua ibu jarinya.
8.a. Jikalau menggunakan sorban maka cukup mengusap ubun-ubun dan kedua sisi sorban.
8.b. Tetapi jika menggunakan kopiah atau peci maka haruslah ia melepasnya dan berwudlu seperti biasa karena keduanya itu tidak menutupi kepala.
9). Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki.
9.a. Disyariatkan untuk menyela-nyela jari jemari kaki dengan kelingking.
9.b. Hendaklah memperhatikan kesempurnaannya, karena banyak sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang mengancam dengan neraka orang yang meninggalkan pembasuhan tumit. Dan bahkan orang itupun diperintahkan untuk mengulangi wudlu dan sholatnya.
9.c. Jika menggunakan terompah, sepatu, sandal atau kaos kaki maka disyariatkan untuk mengusap bagian atas atau punggungnya dengan sekali usapan.
9.d. Alas-alas kaki dan kedua kaki sebelum dimasukkan ke dalam alas kaki harus dalam keadaan suci dari najis sebelum pengusapan.
9.e. Pengusapan itu dilakukan dengan sekali pengusapan.
9.f. Batas pengusapan untuk orang yang mukim adalah sehari semalam sedangkan untuk orang yang safar adalah tiga hari tiga malam.
 10). Pembasuhan tiap-tiap anggota wudlu itu boleh sekali basuhan sekali basuhan, yakni sekali basuhan sebelah kanan lalu sekali basuhan berikutnya yang sebelah kiri. Atau dua kali basuhan dua kali basuhan atau tiga kali basuhan tiga kali basuhan. Dan tidak boleh lebih dari tiga kali basuhan.
10.a. Kecuali mengusap kepala dan telinga yaitu hanya sekali pengusapan.
10.b. Tidak perlu mengambil air baru untuk mengusap kedua daun telinga namun langsung setelah mengusap kepala.
11). Mengucapkan doa yang disyariatkan yaitu,

 أَشْهَدُ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنىِ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَ اجْعَلْنىِ مِنَ اْلمـُتَطَهِّرِيْنَ

 Atau boleh juga,


 سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَ أَتُوْبُ إِلَيْكَ
               
Wallahu a’lam bi ash-Showab.

[1]  Aysar at-Tafasir: I/ 598.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar